Mungkin

Sudahlah, tak peduli apa yang terjadi semua seakan tak lagi seindah itu. kita terlalu sering bercumbu dengan waktu. habiskan setiap kebodohan dalam licik.

Hanya sebuah paradox tetang betapa semua terlihat sama alam perbedaan yang menghantar haru membiru.

Sudahlah, terlalu banyak benci yang memaki bersuara sumbang dan merasa selalu benar. iya! benar!. mereka berteriak “Tidak!!” dan anggukan kepala. waduh, dusta hanya hal yang sama dalam kesederhanaan yang cukup berliku.

Tidak!Hmm.. Iya! apalah itu? lusuh tak berdebu. kerut saru berwarna abu-abu. sudahlah aku bahkan tak lagi bisa bicara. stttt…

Terlalu banyak kertas berserakan berisi kenangan dan harapan. mereka semua tercerai berai dari benang yang merantai. “isinya itu sudah lagi tak relefan” seorang pria dungu berkata parau.

Ah sudahlah….ini hanya hiperbola dalam metafora tak terbaca. Mungkin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s