Mati, Agama dan Mimpi

Beberapa kali terbersit bahwa “mungkinkah mengakhiri hidup ini adalah jalan yang mulia ?”. Begitu banyak celoteh saru tentang kebenaran yang membawa agama, mereka berkata bahwa benar itu absolut ketika mereferensi semuanya kedalam kitab suci. Saya tidak akan pernah dan tidak akan mungkin meragukan itu, tapi dengan pasti saya katakan bahwa “لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ” (Al-Kafirun Ayat 6) “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”. Ternyata ayat ini (bahkan surat ini) turun pun karena Rasulullah Muhammad SAW mendapatkan ajakan untuk “berpindah keyakinan” sama halnya dengan kebanyakan orang yang berkata bahwa agama mereka paling benar (saya pun begitu) tapi bukan itu poinnya. Agama ada sebagai bahan petunjuk dimana mereka (agama-agama) memiliki panduan masing-masing (kitab suci) dan setiap pemeluk agama tidaklah perlu diganggu dengan pernyataan-pernyataan pembelaan diri atas kebenenaran atau bahkan pernyataan-pernyataan debat yang mereka lakukan dengan tujuan membenarkan diri mereka masing-masing. Ayolah! agama itu pribadi, cukup kami membicarakan agama kami bersama kami (pemeluk yang sama) untuk meningkatkan Iman dan Takwa kami. cukup bagi saya melihat begitu sulitnya saya menemukan sosok Guru Agama yang baik dan benar (menurut saya).

Di masa yang menyebalkan ini, tidak sedikit dari kita berfikir bahwa agama yang kita peluk itu benar atau salah? atau bahkan berpindah agama dengan alasan-alasan logis. bila saya ditanya tentang permasalahan ini saya akan jawab “kita, saya dan anda tau apa yang harus kita lakukan dengan Iman (kepercayaan) kita. mereka punya hak penuh terhadap apa yang mereka percayai”.

Jika berbicara tentang Agama saya sudahi saja sampai disini. saya telan habis-habis semua kesulitan dan kemudahan yang saya terima namun saya akan selalu, harus, pasti, dan tetap percaya apa yang saya percayai dan tolong hargai itu. itu saja.

Terlalu banyak friksi diantara kita yang berbau agama karena memang agama selalu jadi bahan bakar terbaik untuk mengelompokkan manusia selain warna kulit, ras, dan golongan. saya merasa bahwa kadang menghindari kehidupan mungkin bisa jadi salah satu pilihan yang menarik karena saya tidak pernah tau apa yang terjadi setelah mati selain apa yang saya baca dari kitab suci atau cerita dari guru-guru saya.

Tapi? apakah dengan mengakhiri hidup ini adalah sesuatu yang membuat mimpi saya tercapai ? hmmm, saya pun tidak pernah yakin. lagi pula saya juga tidak pernah tau apa yang membuat saya harus berfikir bahwa mimpi dan mati itu adalah hal yang berbeda atau hal yang sama. satu-satunya hal yang membuat saya berfikir bahwa mati itu lebih menyenangkan dari hidup adalah saya tidak pernah tau pasti apa yang terjadi setelah kematian, walaupun kebanyakan dari kita yakin an afterlife dan itu membuat saya kembali berfikir akankah lebih sulit? lebih mudah? atau tidak terjadi apa-apa? disini saya  merasa bahwa agama adalah jalan satu-satunya untuk memberikan harapan dan jawaban.

Tertulis jelas dalam Kitab Suci dan Riwayat (Al-Quran dan Al-Hadist) bahwa setelah kematian PASTI ada kehidupan kembali yang terjadi beberapa tahap (saya tak mau menjelaskan itu terlalu dalam) dan yang jelas ada pembalasan atas DOSA (keburukan, tindakan tidak baik menurut norma agama terhadap diri sendiri dan orang lain yang penilaiannya langsung dari Allah SWT melalui Malaikat) serta ada reward atas PAHALA (kebalikan dosa) yang tercipta waktu kita hidup didunia. Dengan rumus matematika mudah

Jika PAHALA < DOSA = NERAKA

Jika PAHALA > DOSA = SURGA

Jelas sudah bahwa kebaikan, berbuat baik adalah satu-satunya menyelamatkan hidup dari kebenaran diatas. kemudian apakah mengakhiri hidup saat ini adalah hal yang baik ?. hmmmm, sulit untuk dikatakan, saya coba melihatnya dengan cara seperti ini karena kita selalu menginginkan hasil terbaik yaitu surga maka pertanyaannya menjadi seperti ini.

Apakah anda orang yang memiliki pahala lebih besar dari dosa?

Apakah anda adalah orang yang cukup berani untuk membunuh diri anda sendiri?

Apakah membunuh diri anda sendiri tindakan yang baik?

Apakah dengan membunuh diri anda ada banyak orang yang bahagia? atau banyak orang yang sedih ?

Apakah anda yakin jika anda mati anda akan masuk surga?

ketika pertanyaan ini ditanyakan kepada saya akan saya jawab “hmmm, entah”. kalau begitu sudahlah jelas bahwa mati BUKAN pilihan yang baik buat saya. saya saja masih ragu-ragu akan kenyataan yang saya hadapi saat ini terus bagaimana saya bisa yakin bahwa kebenaran, kebaikan, orang yang baik adalah bagian dari hidup saya yang membuat saya benar-benar yakin bahwa I’ll be the happiest person in afterlife. hmmm, sulit sekali, sungguh sulit sekali.

Sudah jelas semuanya bahwa mimpi saya untuk mati bukan hal yang baik untuk saya lakukan sampai kapanpun. dan sekarang saya rasa mimpi saya adalah belajar menjadi orang yang baik, berharap hal yang baik, berlaku sebaik mungkin, dan membuat sebagian besar orang yang berada didekat saya bahagia atau senang atau paling tidak tersenyum (because, absolutely we can’t make anybody around us happy with our presence).

Jadi, sebagian besar agama mengajarkan umat mereka berlaku baik dan memberikan yang terbaik bagi sekitar. tidak perlu menunjukan bahwa agama kita adalah agama terbaik sepanjang kita sendiri tidak pernah yakin bahwa ketika kita membunuh diri kita sendiri kita akan berada ditempat yang paling baik atau kita dalam keadaan terbaik dan paling bahagia. Saya hanya belajar dari apa yang bisa saya pelajari melihat semua dengan cara saya yang tidak pasti. saya hanya tahu bahwa menjadi orang baik dan orang jahat sama sulitnya dan sama bermodalnya, jadi buat apa jadi jahat kalau bisa jadi baik.

Terima kasih ya Allah SWT karena membiarkan saya berada diantara orang-orang baik yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s